Posted by: Ardijan Abu Hanifah | November 21, 2009

Bagaimana Desain Data Warehouse?

Dalam desain data warehouse ada dua paradigma yang berkembang, yaitu desain yang dikemukakan oleh Bill Inmon (1991) dan desain
yang dikemukakan oleh Ralph Kimball (1996).

Bill Inmon – Corporate Information Factory (CIF)
1. Pendekatan : Top down
Buatlah design dengan sangat matang dan lengkkap terlebih
dahulu, sebisa mungkin mengakomodasi kebutuhan user baik
sekarang, maupun nanti di masa mendatang, baru kemudian
nanti dibangun data warehouse.
Dikalangan developer desain Inmon sering disebut dengan
“big bang” approach.
2. Data marts bersumber dari data warehouse
Setelah data warehouse terbangun, data marts yang ada
pada departemen-departemen mengambil sumber informasi
dari satu (dan satu-satunya) Data Warehouse tersebut.
3. Pada Data Warehouse Informasi tersimpan dalam bentuk
relasional 3rd Normal Form.
4. Lebih berorientasi pada proses pemodelan data (data
modelling)
5. Aspek technical lebih tinggi, membutuhkan background IT
yang kuat untuk melakukan pemodelan data.
Dengan demikian, bagian IT berperan besar sebagai
pembangun dan penyedia (provider) data warehouse.

Reff: Building the Data Warehouse

Ralph Kimball – Data Warehouse Bus
1. Pendekatan : Bottom up
Bangun Data Mart pada departemen-departemen yang
memiliki inisiatif dan membutuhkan, kemudian lakukan proses
integrasi data mart jika diperlukan.
2. Data warehouse merupakan kumpulan dari banyak data mart
4. Informasi tersimpan dalam bentuk Multidimensional
(Denormalisasi)
5. Lebih berorientasi pada pendefinisian interaksi data pada
suatu / antar proses bisnis
6. Pemodelan multidimensional relatif lebih mudah dimengerti
oleh End User, sehingga End User dapat berperan lebih banyak
dalam proses pemodelan data. Dengan demikian end user dan
bagian IT memiliki peran yang seimbang.

Reff: The Data Warehouse Toolkit

Kedua desian tersebut sebenarnya tidak ada yang salah atau benar,apalagi menjadi suatu pertentangan Inmon vs Kimball karena keduanya mempunyai filosofi yang berbeda tentang Data Warehouse.

Pada kenyataannya desain Ralph Kimball yang banyak digunakan karena sebagian pembangunan besar Data Warehouse dimulai dari satu Departemen dan dilanjutkan ke Departemen yang lain karenanya hal ini berarti membangun Data Mart. Jika kemudian dibangun beberapa Data Mart lagi berarti sistem telah berkembang menjadi Data Warehouse.

Lebih jauh lagi Kimball juga mengusulkan menggunakan arsitektur Data Warehouse dengan Bus Architecture.
Arsitektur ini terdiri dari:
– Staging Data Area
– Data Warehouse Bus
Data Warehouse Bus itu sendiri yang terdiri dari beberapa
atomic Data Marts, beberapa aggregated Data Marts dan
personal Data Mart, namun tidak ada komponen single atau
centralize Data warehouse.

(Mengenai Data Warehouse Bus ini akan dibahas di sesi tersendiri)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: